Bethany-Manado.com is a [[parking lot]]

Title

Gereja Bethany Indonesia Manado

Description

Excerpted from the website description:

gereja bethany indonesia manado

File:http://www.bethany-manado.com/images/gereja bethany manado.jpg Gereja Bethany Indonesia sebagai Sinode didirikan pada tanggal 11 Desember 2002 dengan Akte Notaris No. 2 Winarko SH, dan disahkan oleh pemerintah melalui SK Departemen Agama RI Dirjen Bimas Kristen No. DJ.III/HK.00.5/5/1589/2003, tanggal 17 Januari 2003.

Dalam perjalanan sebagai Sinode, gereja ini telah mengadakan Sidang Raya pada tanggal 17 sampai dengan 19 September 2003 di Graha Bethany Nginden Surabaya. Dalam Sidang Raya ini telah menetapkan Tata Dasar dan Tata Tertib Gereja Bethany Indonesia dan menetapkan Pdt. Dr. Alex Abraham Tanusaputra sebagai Ketua Umum Sinode Gereja Bethany Indonesia periode 2003 – 2008.

Gereja Bethany Indonesia Manado sebagai Sinode yang baru hadir di Manado – Sulawesi Utara sejak dikeluarkannya SK pada tanggal 20 Agustus 2003 dari Sinode Gereja Bethany Indonesia yang berpusat di Surabaya. Demikian juga didaerah Sulawesi Utara, Gereja ini telah resmi terdaftar pada Kanwil Departemen Agama Bimas Kristen Sulut dengan nomor pendaftaran No. Wr/5-a/BA.01.1/1870/2003.

Sebagai jemaat lokal, Gereja Bethany Indonesia Manado sudah ada sejak 14 Mei 2000 dengan nama jemaat “Gereja Bethel Indonesia Jemaat Betania Manado” yang bernaung dalam persekutuan “Successful Bethany Families” dengan Gembala Senior Pdt. Dr. Alex Abraham Tanusaputra yang berpusat di Surabaya. Oleh karena adanya perubahan yang terjadi pada Pdt. Dr. Alex Abraham Tanusaputra sebagai gembala senior di Successful Bethany Families yang memutuskan untuk keluar dari Gereja Bethel Indonesia setelah melalui suatu pergumulan yang panjang dan secara resmi mendukung berdirinya Sinode Gereja Bethel Indonesia, maka jemaat ini mengikuti keputusan yang diambil gembala senior dan berada bersama sama dalam Sinode Gereja Bethany Indonesia.

Dalam pergumulan sebagai jemaat, Gereja ini telah mengalami tantangan – tantangan baik dari luar maupun dari dalam. Selama hampir 4 tahun jemaat beribadah di Ball Room Hotel Ritzy, sampai bulan Maret 2004 ijin beribadah di hotel Ritzy tidak dapat diperpanjang lagi. Selama 2 bulan, yakni bulan April dan Mei 2004 jemaat dengan kerinduan dan semangat yang tidak berkurang mau tetap selalu beribadah walaupun harus pindah di gedung Convention Hall Boulevard Square yang pada waktu itu belum begitu rampung pembangunannya. Lewat pergumulan ini memberi hikmat kepada pemimpin dan pengurus gereja untuk membangun suatu tempat ibadah sementara di lokasi gereja jalan Sam Ratulangi Kompleks Wanea Plaza.

Gedung ini kemudian diberi nama “Wale Rehobot”. Wale ini berasal dari bahasa daerah yang mempunyai arti Rumah, sedangkan Rehobot diambil dari Kejadian 26:22 yang artinya sekarang Tuhan telah memberikan kelonggaran kepada kita. Jadi Wale Rehobot mempunyai pengertian “Rumah Kelegaan, Kelonggaran”.

Oleh kasih karunia sehingga gedung gereja yang baru dapat dibangun dalam waktu 6 minggu dan diresmikan sendiri oleh Pdt. Dr. Alex Abraham Tanusaputra pada tanggal 12 Mei 2004 dalam rangka HUT Jemaat yang keempat. Dengan adanya Wale Rehobot ini, maka seluruh kegiatan ibadah dipusatkan ditempat ini. Dalam visinya gereja ini sedang membangun gedung gereja permanen dengan kapasitas 5.000 orang. Tidak hanya tempat ibadah yang terus berubah demikian juga Gembala Sidang atau Koordinator juga sudah berganti beberapa kali yaitu dari Pdt. Hony Sirapanji diganti oleh Pdt. dr. Lenny Matoke SpS. yang sampai saat ini menjabat sebagai Gembala Sidang.

Dalam sejarah panjang Gereja Bethany Indonesia Manado ada kesetiaan luar biasa yang tidak hanya ditunjukkan oleh para pelayan Tuhan tetapi juga oleh jemaat. Sekalipun harus seringkali berpindah-pindah tempat ibadah tapi jumlah jemaat bukan terus berkurang tapi senantiasa bertambah dengan masuknya jiwa-jiwa baru. Dan sikap kesetiaan yang nyata tersebut diperhitungkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Oleh berkat rahmat Tuhan, jemaat dapat merayakan Ibadah Natal tahun 2004 di gedung baru yang diberi nama "House of Love" atau Rumah Kasih. Meskipun pada awalnya ibadah dilaksanakan pada lantai 1 dengan dinding yang belum utuh. Tapi seluruh jemaat tetap bersukacita merayakan natal kedatangan Yesus Kristus.

Sampai Agustus 2006 gedung permanen berlantai 3 yang direncanakan mampu menampung jemaat dengan kapasitas 5000 orang, baru menyelesaikan tahap pertama dengan merampungkan lantai 1. Diharapkan mulai awal tahun 2007 tahap penyelesaian lantai 2 sudah bisa dirampungkan.

Additional Information

Setiap waktu kehidupan kita selalu di intai si iblis. Tapi sampai dimana kekuatan kita untuk mengalahkan si iblis dan apa yang harus kita lakukan. Menara Doalah tempat yang tepat bagi saudara untuk memperkuat dan mendekatkan diri anda dengan Tuhan. Dan di Menara doa ini jugalah kita berfungsi sebagai " Rumah Doa Bagi Segala Bangsa".

Menara Doa merupakan tempat dimana kita dapat memantau gerakan si iblis setiap detik selama 24 jam setiap hari. Yang pertama di dalam Yesaya 62:6-7 dikatakan bagaimana Tuhan telah menempatkan para pengintai yang tidak henti-hentinya sepanjang hari dan sepanjang malam mengingatkan Tuhan sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyuran di bumi dan yang kedua di dalam Habakuk 2:1-2 dikatakan bahwa kita di menara untuk meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan Tuhan. Karena itulah di Menara Doa kita akan lebih berfungsi sebagai Rumah Doa.

External Links